Senin, 18 April 2011

Motivasi Islam Mengembangkan Ilmu Pengetahuan


Nama         : Shobrina Khomsa
Jurusan    : Adm. Perpajakan
NPM           : 1006730163

Motivasi Islam Mengembangkan Ilmu Pengetahuan


1. Dasar dan Tujuan Islam Memotivasi Manusia Mengembangkan Ilmu pengetahuan.

Peran agama dalam sejarah kebudayaan manusia selalu berubah, dari masa ke masa. peran ini adakalanya demikian kuat, sehingga ia menjadi pedoman suci dan tumpuan harapan dari segenap umat manusia, dan adakalanya sangat lemah di tengah-tengah kehidupan umat manusia, sehingga hamper dilupakan. Keadaan ini terantung pada esensi ajaran agama itu dan kemampuan para juru dakwahnya.
          Abad modern sekarang ini yang disebut abad ilmu pengetahuan, ditandai dengan pemikran rasional dan filosofis serta kemajuan-kemajuan yang luar biasa di bidang sains dan teknologi, akan meninggalkan ajaran agama yang tidak menghargai akal fikiran, tidak mengarahkan umatnya untuk mencapai ilmu pengetahuan. Sebaliknya agama yang mengajarkan umatnya agar menggunanakan akal pikirannya semaksimal mungkin, memerintahkan untuk meraih ilmu pengetahuan dan mengarah pada keluhuran akhlak akan diterima dengan baik oleh masyarakat modern. Hakekatnya manusia membutuhkan kebahagiaan jasmani dan rohani, kebahagiaan lahir dan batin.kebahagiaan dunia tidak lengkap tanpa mengikuti bimbingan agama.
          Agama Islam adalah agama yang sangat memperhatikan ilmu pengetahuan. Ia mendorong umatnya agar terus menuntut ilmu, meraih sains dan teknologi, menggunakan akal pikiran, menggali dan menganalisa setiap aspek ilmu pengetahuan dalam segala lapangan kehidupan. Islam adalah agama kehidupan yang selalu sesuai dengan perkembangan zaman dan dapat diterapkan dalam segala tempat.
          Ayat-ayat al-Qur’an memerintahkan manusia untuk terus berupaya meningkatkan kemampuan ilmiahnya. Jangankan manusia (biasa), Nabi Muhammad pun sebagai Rosullah  diperintahkan selalu berusaha dan berdo’a agar pengetahuannya bertambah. Do’anya dirumuskan Allah sendiri di ujung ayat 114 surat Taha yang artinya : “Tuhanku tambahkanlah ilmu pengetahuan ku”. Selain itu dalam sunnahnya Rasullah S.A.W, “Ada dua keinginan yang tidak pernah terpuaskan yaitu keinginan untuk mencari ilmu dan mencari harta.
          Kini, ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang karena pada (umumnya) bermanfaat bagi kehidupan manuasia.  Mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemashlahatan hidup dan kehidupan manusia, tidak untuk merusak dan membahayakan umat manusia dan lingkungan hidupnya.
          Pentingnya ilmu menurut Islam, dorongan serta kewajiban mencari dan menuntut ilmu telah menjadikan dunia Islam pada suatu masa di zaman lampau menjadi pusat perkembangan ilmu dan kebudayaan.


2. Makna Ilmu Pengetahuan dalam Kehidupan Umat Beragama

          Ilmu menurut pandangan Islam adalah tiang. Pondasi bagi kebangkitan suatu bangsa, tonggak kebudayaan dan sarana untuk mencapai kemajuan baik bagi individu ataupun kelompok masyarakat.
          Mukjizat Rasullah saw yang paling agung adalah al-Qur’an yang mulia, yang mengarahkan manusia menuntut ilmu, menggunakan akal dan pikiran, menghargai tulis menulis, membaca, penelitian dan mengarahkan umat manusia pada keluhuran akhlak dan budi pekerti. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-alaq(96):1-5 yang artinya, ”bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhanmu yang maha pemurah yang mengajarkan manusia dengan perantara pena dia mengajarakan pada manusia apa yang telah diketahuinya”.
          Manusia menjadi makhluk yang paling mulia bila dibandingkan dengan makhluk lain. Karena ia memiliki ilmu. karena itu manusia yang paling mulia adalah manusia yang paling banyak memiliki ilmu dan yang paling banyak mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Poskan Komentar