Senin, 18 April 2011

KARAKTERISTIK ILMU PENGETAHUAN


KARAKTERISTIK ILMU PENGETAHUAN

1. Sifat Dasar Ilmu Pengetahuan
Kata ilmu berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘alima yang berarti mengetahui, mengerti. Mengetahui dan mengerti di sini dalam arti sudah memahami objek melalui pendengaran, penglihatan dan hatinya. Seperti yang diuraikan dalam QS Al-Isra’ 17:36 berikut.
36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Berdasarkan teknik operasional, ilmu adalah kesadaran tentang realitas melalui pendengaran, penglihatan dan hati.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1988), ilmu memiliki dua pengertian, yaitu:
1.      Ilmu diartikan sebagai suatu pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerapkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) tersebut.
2.      Ilmu diartikan sebagai pengetahuan atau kepandaian, tentang soal duniawi, akhirat, lahir, bathin, dsb.
Berdasarkan ensiklopedia Indonesia, ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
Oleh karena itu, karakteristik ilmu pengetahuan yaitu:
1.      Ilmu pengetahuan harus konkrit, yaitu dapat diukur kebenarannya. Kehadiran objek dan subjek tidak dapat dipisahkan atau memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Sederhananya bahwa amal teoritis harus diimbangi dengan amal praktis. Hal ini yang menyebabkan Al-Qur’an menyatakan bahwa penilaian terhadap manusia akan diukur dari sikap empirisnya selama hidup di dunia.
2.      Ilmu tidak terbatas sehingga masih banyak ilmu pengetahuan yang harus digali lagi dan tidak mempunyai keterbatasan tertentu.

2. Kebenaran Ilmu Pengetahuan dalam Pandangan Islam
Ilmu adalah kebenaran dari Allah Swt. Mengenai segala makhlukNya yang ada di dunia ini untuk diamanahkan dan dikaruniakan kepada manusia yang berakal agar tercapai ilmu yang hakiki. Ilmu pengetahuan ini diamanahkan untuk membawa manfaat pada manusia, bukan membawa bencana bagi manusia.
Ilmu Pengetahuan menyediakan suatu cara agar alam semesta dan segala sesuatu di dalamnya dapat diteliti guna menyingkan kehebatan dalam ciptaan Allah, sehingga pengetahuan ini dapat tersampaikan ke umat manusia.
Agama mendorong ilmu pengetahuan untuk mempelajari seluk-beluk ciptaan Tuhan.
Unsur pokok yang mendasari ilmu pengetahuan:
·         Subyek yakni keinginan untuk mengetahui sesuatu
·         Obyek yang menjadi kajian
·         Metodologi yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan
Ada beberapa teori metodologi, yaitu:
·         Rasionalis
Penalarannya berdasarkan ide yang dianggap jelas dan dapat diterima oleh akal.
·         Empiris
Penalarannya berdasarkan pengalaman yang konkrit.
·         Wahyu
Tidak menggunakan penalaran, tetapi menggunakan wahyu sebagai sumber pengetahuan.


SUMBER ILMU PENGETAHUAN

1. Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah firman Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril, sebagai mukjizat dan pedoman hidup bagi umatnya, yang bernilai ibadah bagi orang yang membacanya. Kemurnian Al-Qur’an sejak diturunkan sampai akhir zaman senantiasa terpelihara. Al-Qur’an mengandung ayat-ayat yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia. Segala ilmu dan solusi permasalahan di duhia ini ada dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, apabila kita ingin mengetahui apa saja yang terjadi di alam ini, harus menguasai Al-Qur’an. Salah satu ayat yang mengandung masalah-masalah ilmiah umat manusia terdapat dalam QS. Luqman: 10-11, seperti di bawah ini:
10. Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
11. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
Dengan demikian, Al-Qur’an  merupakan sumber ilmu pengetahuan yang harus terus diteliti dan dikembangkan, sehingga melahirkan berbagai disiplin ilmu yang islami.

2. Al-Sunnah
Al-Sunnah atau Al-Hadist merupakan cara, perbuatan, ucapan serta ketetapan Nabi Muhammad Saw. yang merupakan penjelasan dari tafsir Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat hadis-hadis yang menjelaskan secara rinci ayat-ayat Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan. Hadis ini berisi larangan tentang apapun yang dilakukan terhadap lingkungan misalnya, dsb. Hal ini dilakukan agar manusia yang diberikan amanat sebagai khalifah di bumi ini dapat menjaga kelestarian lingkungan hidup. Orang yang melakukan kegiatan ini akan mendapatkan balasan kebaikan di dunia dan akhirat. Bukan kelestarian lingkungan hidup saja yang harus dijaga, tetapi kelestarian jenis makhluk hidup lain juga, dsb.

3. Alam Semesta
Sudah banyak isyarat-isyarat Al-Qur’an dan Al-Sunah yang memerintahkan manusia agar melakukan penelitian terhadap gejala-gejala alam. Oleh karena keingintahuan manusia, manusia mencari tahu alam ini dengan membaca dan meneliti segala peristiwa dalam alam semesta ini, mengambil kesimpulannya dan mendapatkan hasilnya. Sehingga terciptalah berbagai macam disiplin ilmu, seperti astronomi, biologi, geografi, farmasi, kedokteran, dan lain sebagainya. Hal ini diciptakan agar manusia terus-menerus mencari tahu dan meneliti alam semesta ini yang dapat melahirkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi semua umat manusia.